Sabtu, 04 Juni 2016

Tim Bernilai Tinggi Di Euro 2016

Ada 24 tim yang akan bertarung untuk jadi yang terbaik di Piala Eropa 2016. Jerman pantas jadi favorit kuat juara karena punya skuat dengan nilai paling mahal, disusul oleh Spanyol yang ada di urutan kedua.

Seperti dikutip Transfermarkt, pelatih Jerman Joachim Loew membawa 23 pemain ke Prancis dengan total nilai 421,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 8,3 triliun. Total nilai para pemainnya itu unggul tipis tak lebih dari 4 juta pound atas Spanyol yang keseluruhan pemainnya bernilai 418,13 juta pound atau sekitar Rp 8,24 triliun.

Wajar saja jika kedua tim tersebut jadi unggulan teratas mengingat kualitas para pemain yang dimiliki oleh Jerman maupun Spanyol.

Di timnas Jerman, Thomas Mueller jadi pemain dengan nilai pasaran tertinggi, yakni 56,25 juta pound. Dia disusul oleh Toni Kroos dan Mesut Oezil yang dibanderol 37,5 juta pound. Selanjutnya ada Manuel Neuer (33,75 juta pound), Jerome Boateng (30 juta pound), Mario Goetze (26,5 juta pound), dan Mats Hummels (24 juta pound).

Sementara itu juara bertahan Spanyol punya Sergio Busquets dan Koke dengan nilai termahal  37,5 juta pound. Disusul Cesc Fabregas dengan 33,75 juta pound, lalu duo bek tengah Sergio Ramos dan Gerard Pique yang masing-masing berharga 30 juta pound.

Meski memiliki bintang yang bermain di liga termahal dunia Liga Inggris, Belgia hanya menempati posisi ketiga dalam daftar tim termahal. Peringkat pertama FIFA tersebut dihargai total 345,68 juta pound.

Pemain Belgia paling mahal tentu Eden Hazard yang punya harga senilai 52,5 juta pound, lalu Kevin De Bruyne dengan 45 juta pound, Romelu Lukaku serta Thibaut Courtois yang punya harga jual 26,5 juta pound, dan Christian Benteke di harga 22,5 juta poundsterling.
Lalu di mana tuan rumah Prancis? Les Bleus asuhan Didier Deshamps ada di posisi keempat dengan total nilai jual 340,5 juta pound. Sementara timnas Inggris dengan nilai skuat 334,5 juta pound ada di urutan kelima.

Hungaria jadi peserta dengan nilai skuat paling rendah di antara lainnya yakni 20,48 juta pound untuk total 23 pemainnya.

Jangan Gugup Rasford

Rashford berhasil memikat Roy Hodgson berkat penampilannya di Manchester United. Dia mampu menyumbangkan sebanyak delapan gol untuk tim senior.

Saat melakoni laga debut melawan Australia, Rashford menyumbangkan satu gol untuk Inggris. Kala itu, tim Tiga Singa memetik kemenangan dengan skor 2-1.

Berkat gol itu, Rashford mencetak beberapa rekor. Dengan usianya yang masih 18 tahun 208 hari, dia menjadi pemain debutan termuda yang berhasil mencetak gol.
Kiprah Rashford itu mendapatkan perhatian dari legenda hidup sepakbola Brasil, Pele. Dia meminta Rashford agar tak takut pada apa pun saat melakoni Piala Eropa 2016.

“Di zaman sekarang itu tak cuma sekadar mengenai usia. Sangat penting untuk mempersiapkan diri. Tapi, jangan, jangan pernah takut,” kata Pele seperti dilansir oleh Soccerway.
“Saya berharap dia bisa mempunyai keberuntungan yang sama seperti yang saya punyai dalam hidup. Ada tekanan besar, tapi saya pikir dia harus mempunyai keercayaan diri dan percaya pada kemampuan sendiri.”

“Sebelum saya memenangi Piala Dunia untuk pertama kali, saya diberitahu pelatih saya: ‘Kamu berada di sini karena kamu mempunyai gaya, kami pemain yang bagus, jangan takut pada pemain lain dan yang lebih tua dari kami. Itu pesan saya (pada Rashford) juga,” imbuhnya.

Marc Bartra segera Merapat Ke Dortmund

Borussia Dortmund bergerak cepat mencari pengganti Mats Hummels. Dortmun pun menjatuhkan pilihan pada bek Barcelona, Marc Bartra.

Hummels sudah memutuskan pergi dari Dortmund dan bergabung dengan Bayern Munich. Kehilangan Hummels tentu akan meninggalkan lubang besar di lini belakang
Belum lagi ditambah status Hummels sebagai kapten tim dan Dortmund tentu akan kelimpungan mencari penggantinya. Setelah dilakukan pencarian selama sepekan lebih, pilihan jatuh pada Marc Bartra, bek Barcelona yang memang bakal dilepas musim panas ini.

Dengan banderol 8 juta euro dalam klausul kontraknya, Bartra akhirnya direlakan hijrah dari Camp Nou ke Signal-Iduna Park.

De gea antusias kedatangan Mou

David De Gea, menyambut gembira bergabungnya Jose Mourinho.

De Gea merasa optimistis bahwa kejayaan Setan Merah akan kembali dengan ditunjuknya Mourinho selaku manajer musim depan.

Prestasi Man. United meredup setelah ditinggal manajer Sir Alex Ferguson yang memutuskan untuk pensiun pada musim panas 2013 lalu. David Moyes yang diangkat sebagai suksesor Ferguson gagal menghadirkan gelar bahkan dipecat sebelum genap melatih satu musim dan Setan Merah terpaksa absen dari Liga Champions.

Dani alves Konfirmasi Dirinya pergi ke Juventus Arena

Barcelona sudah mengonfirmasi kepergian Alves pada musim panas ini. Sementara, sang pemain pun sudah menulis surat perpisahan untuk klub yang dibela selama delapan tahun terakhir sejak pindah dari Sevilla.

Tak berapa lama setelah memublikasi surat perpisahan, Alves juga mengungkapkan kepastian berseragam I Bianconeri pada musim 2016-17.

“Saya selalu senang, tetapi saat ini lebih dari sekadar bahagia. Saya senang bisa bergabung dengan Juventus. Saya ingin memenangi banyak trofi di sini,” kata Alves kepada Sportitalia.
“Saya telah meraih banyak trofi bersama Barcelona, tapi waktu telah datang untuk bisa menikmati sepak bola Italia dan mencoba membawa Juventus kembali ke puncak Eropa,” imbuh dia.

Alves sendiri mengaku sempat berat meninggalkan Barcelona. Apalagi, selama delapan musim yang dilewati bek kanan ini bersama klub asal Catalunya itu mampu menghasilkan berlimpah gelar.
Dia sendiri tak menutup kemungkinan akan kembali ke Barcelona, meski mungkin dalam peran yang berbeda. “Cepat atau lambat saya akan kembali ke Barcelona. Saya masih penggemar Barca,” tutup Alves.

Dengan kedatangan Alves proses kepergian bek asal Swiss, Stephan Lichtsteiner dari Juventus menuju Paris Saint-Germain agaknya tinggal menunggu waktu.

Jumat, 03 Juni 2016

Pelatih Prancis abaikan kritikan Benzema


Berita Bola: Kritik Benzema Tak Bikin Deschamps Risau 


Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps dikritik Karim Benzema karena dinilai tunduk pada rasialisme. Deschamps sendiri enggan menanggapi dan memilih fokus pada pekerjaannya.

Pernyataan Benzema tersebut diawali dengan tidak ada namanya dalam skuat bayangan untuk Piala Eropa mendatang. Pasalnya Benzema tengah menghadapi investigasi terkait kasus pemerasan berbau video seks yang menimpa kompatriotnya Mathieu Valbuena.

Demi menjaga keharmonisan tim, Benzema pun tidak dimasukkan sama sekali ke dalam. Keputusan yang dipertanyakan mengingat Benzema tampil oke bersama Real Madrid musim ini dengan torehan 28 gol serta merupakan andalan Prancis dalam mendulang gol.
Namun, dalam perkembangannya, Benzema justru melihat keputusan Deschamps tidak memasukkan dirinya karena alasan politis. Benzema yang berdarah Aljazair “dihajar” terus oleh partai ekstrimis Prancis yang sama agamapun

Hal yang sama terjadi pada Hatem Ben Arfa yang juga dicoret meski tampil bagus bersama klubnya. Sayangnya pemain Nice itu tidak dipanggil sama sekali karena ada darah Tunisia.
Dinilai anti-imigran dan terlalu tunduk pada kemauan partai politik, Deschamps pun tak mau mengomentarinya lebih jauh.
“Saya tidak punya reaksi. Saya tidak ingin masuk ke perdebatan ini. Saya tidak ada di sini untuk itu,” ujar Deschamps seperti dikutip Soccerway.
“Saya tidak punya sesuatu untuk dikatakan. Saya berkonsentrasi pada kompetisi dan apa yang menunggu kami,” lanjutnya.
“Melatih Prancis tidak pernah jadi pekerjaan mudah.

Tapi untuk beberapa bulan, saya harus menghadapi beberapa hal yang tak terpikirkan yang sulit diprediksi,” ucap Deschamps.
“Hari ini ada orang-orang yang tidak suka tim Prancis dan tidak akan menyukainya. Kami tidak ada di sini untuk menyenangkan semua orang tapi mereka yang ada di sini menyukainya dan ingin membangkitkan gairah dan melihatnya bermain sebaik mungkin.”

Wales tak perlau takuti ibracadabra

Tim nasional Wales akan berhadapan dengan Swedia di laga ujucoba menatap Piala Eropa 2016. Mereka diminta untuk tidak takut berlebihan pada striker andalan Swedia, Zlatan Ibrahimovic.
Pertandingan antara Wales melawan Swedia akan berlangsung di Friends Arena, Solna, Swedia, Minggu (5/6) besok. Pertandingan itu menjadi ujicoba terakhir sebelum keduanya berlaga di Piala Eropa 2016.
Pelatih Wales, Chris Coleman, yakin bahwa tim besutannya bisa menghentikan Ibra. Dia mempunyai barisan pemain belakang yang biasa bermain di Liga Inggris dan berhadapan dengan pemain-pemain kelas atas.
“Saya tak berpikir bahwa pemain kami sudah pernah melawan Zlatan,” kata Coleman di Soccerway.
“Ben Davies, Ashley Williams, James Chester, dan Neil Taylor merupakan pemain Liga Inggris dan bermain melawan top striker setiap pekan.”
“Tapi, hanya ada satu Zlatan dan dia hanya ada satu di dunia halam hal bagaimana dia bermain.”
“Dia merupakan seorang monster. Dia bergerak ke sana kemari, mencetak gol di manapun dan kapanpun. Itu akan menjadi ujian bagi mereka, tapi itu bukalah suatu hal yang harus mereka takutkan,” imbuh pelatih berusia 45 tahun itu.
Di Piala Eropa, Swedia berada di Grup E bersama dengan Italia, Republik Irlandia, dan Belgia. Sementara itu, Wales di Grup B bersama Rusia, Inggris, dan Slovakia. Keduanya bisa bertemu di perempatfinal kalau Wales bisa menjadi juara Grup B, sementara Swedia menempati perinkat tiga Grup E.