Jumat, 03 Juni 2016

Pepe beberkan resep Madrid angkat trophy UCL

Periode buruk menghantui Madrid pada awal musim. Los Blancos bahkan tertinggal poin sangat jauh dari Barcelona dan Atletico Madrid dalam perebutan gelar juara Divisi Primera.
Nasib malang juga dialami Madrid di ajang Copa del Rey. Anak asuh Rafael Benitez didiskualifikasi Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) lantaran memasukkan Denis Cheryshev yang sejatinya terkena akumulasi kartu untuk tampil melawan Real Murcia dalam babak 32-Besar.
Serangkaian insiden itu membuat pemain-pemain Madrid beberapa kali disoraki para suporternya ketika bertanding di Santiago Bernabeu. Puncaknya, manajemen Los Blancos mendepak Benitez dari kursi pelatih pada Januari lalu.

Peruntungan Madrid berubah ketika Zinedine Zidane ditunjuk menggantikan Benitez. Pelatih asal Prancis itu mendongkrak mentalitas Madrid hingga mampu kembali ke jalur persaingan juara Divisi Primera.

Barcelona memang akhirnya tampil sebagai juara, namun Madrid mampu menyalip Atletico dan finis di urutan kedua. Zidane juga membawa Cristiano Ronaldo dkk menjuarai Liga Champions usai mengalahkan Atletico Madrid lewat adu penalti.
“Kekuatan Madrid bergantung kepada para fans. Disoraki di Santiago Bernabeu adalah hal yang menyulitkan, tetapi Anda melihat kebesaran klub ini,” beber Pepe, seperti dilansir Marca.
“Pemain harus merefleksikan performanya dan berjuang hingga ambang batas sehingga sorakan berubah menjadi dukungan,” imbuh pemain asal Portugal tersebut.
“Kami memiliki para suporter dengan tuntutan yang tinggi, namun mereka juga menghormarti lawan seperti saat melawan Atletico setelah final (Liga Champions),” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar