Periode buruk menghantui Madrid pada awal musim. Los Blancos bahkan tertinggal poin sangat jauh dari Barcelona dan Atletico Madrid dalam perebutan gelar juara Divisi Primera.
Nasib malang juga dialami Madrid di ajang Copa del Rey. Anak asuh
Rafael Benitez didiskualifikasi Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF)
lantaran memasukkan Denis Cheryshev yang sejatinya terkena akumulasi
kartu untuk tampil melawan Real Murcia dalam babak 32-Besar.
Serangkaian insiden itu membuat pemain-pemain Madrid beberapa kali
disoraki para suporternya ketika bertanding di Santiago Bernabeu.
Puncaknya, manajemen Los Blancos mendepak Benitez dari kursi pelatih
pada Januari lalu.
Peruntungan Madrid berubah ketika Zinedine Zidane ditunjuk
menggantikan Benitez. Pelatih asal Prancis itu mendongkrak mentalitas
Madrid hingga mampu kembali ke jalur persaingan juara Divisi Primera.
Barcelona memang akhirnya tampil sebagai juara, namun Madrid mampu
menyalip Atletico dan finis di urutan kedua. Zidane juga membawa Cristiano Ronaldo dkk menjuarai Liga Champions usai mengalahkan Atletico Madrid lewat adu penalti.
“Kekuatan Madrid bergantung kepada para fans. Disoraki di Santiago
Bernabeu adalah hal yang menyulitkan, tetapi Anda melihat kebesaran klub
ini,” beber Pepe, seperti dilansir Marca.
“Pemain harus merefleksikan performanya dan berjuang hingga ambang
batas sehingga sorakan berubah menjadi dukungan,” imbuh pemain asal Portugal tersebut.
“Kami memiliki para suporter dengan tuntutan yang tinggi, namun
mereka juga menghormarti lawan seperti saat melawan Atletico setelah
final (Liga Champions),” tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar